Showing posts with label Kenangan. Show all posts
Showing posts with label Kenangan. Show all posts

ketika hati ini bukan lagi tempatmu

foto : spesial

kamu sadis ya… memberi aku sesuatu yang terlalu indah untuk dilupakan, seperti anak kecil yang pernah menerima mainan mahal yang selalu diidamkan, memunculkannya sebagai sephia dari setiap malam dilelap tidurnya,

ingatanku kemarin kembali berantakan, kenapa tidak? Dirimu kembali menemui disetiap sudut barisan mimpi yang secara tiba-tiba datang mengacaukan, melengkapi serpihan kubik yang pernah ku hilangkan dan lagi-lagi, ada PR yang harus aku selesaikan, menata kenangan tentunya, namun tak serapi biasanya,

kau masih ingat dengan ini? hati
iya…
itu tempat tinggalmu dulu, kau (pernah) mencerahkan, memberi suatu makna tersendiri, memainkan peranan penting dalam kehidupan tokoh yang menurutmu penuh misteri (ini), namun sebelum kasusmu usai, kau pergi,

tak perlu ku sembunyikan dibalik kemilau bebatuan mulia, atau malam dengan sederet bintangnya, bulan bahkan menertawakan, hanya mengedip sembari tersenyum perlahan, terkadang orang mengatakan ia turut merasakan, tapi menurutku mereka tidak tau perwujudan asli bentuk emosi dari bulan itu sendiri,

sudahlah… aku ingin tertawa bebas bersama mereka malam ini, jangan salah! Ini hanya salah satu cara untuk menertawai diriku sendiri



posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

The place we call home

foto : family

Aku pulang…
Dari kehampaan malam, setelah lama menelusuri senja suram yang telah tergantikan, ia perlahan pergi, meninggalkan aku terpojok sendiri, setidaknya, seandainya itu kamu, meski pergi bermigrasi hati, tapi setidaknya, ada tempat baru yang bisa mengganti,

Pintu ini usang…
Karena semalam ia sendiri, kedinginan tertiup angin malam, yang dinginnya tidak berperi-kepintuan, mengoyaknya dengan hembusan udara sepoi, pelan, sayup dan mencabik hingga bagian intinya terlukai begitu dalamnya, seandainya itu hati, kau tau bagaimana angin kehampaan yang berhembus meski tulus, ia masih mengiris halus,

Jendela ku buka kembali tak bertuan…
Andai saja menemukan tuan yang baru untuk menghias bingkai jendela ini, pasti ia berisi, di balik ruang kosong yang terbuka, ku intip dari tirai yang terurai, tapi hanya melihat tali merah putus terberai, bukan benang, bahkan tali pun bisa terputus, apa lagi benang merah yang lemah!

Tempat ini ku panggil rumah, meski kosong, di tinggal penghuni, hingga menyapa sunyi itu sendiri, tapi akan ku diami, mengisi satu demi satu, kekosongan hingga kembali seperti rumah itu dulu… Rumah Idaman
Lanjut »»»

Ingat kita?

foto : web
Ini  bulan hari keberapa yah, aku sudah tidak membicarakan kamu? Kalau kamu yang mengingatnya, justru kamu lah yang lebih perhatian dalam mencari tau akan ku, hahaha. . . Aku sok tau yah? Anggap saja itu bagian dari kelebihanku,

Bagaimana keadaanmu sekarang? Masih mencari tau akan keberadaanku? Malah rasanya, justru aku yang sebaliknya, ada rasa kerinduan untuk bersua kembali, bukan tentang perasaan kehilangan yang kemarin masih aku awetkan, namun dercak ingatan yang sebatas singgah, berharap terwujud pertemuan,

Kamu ingat mentari yang kemarin tenggelam di sudut senja, ketika aku tertawa akan kekonyolanmu untuk menyelamatkan atas kebodohannya, kebodohan yang selalu diulang-ulang, setelah kemarin ia timbul, dan besoknya kembali tenggelam,
Aku rindu momen itu

Kekonyolanmu, dan keisenganku, membuat pelanggan di kafe favorit kita dulu memusatkan seluruh perhatiannya kepada kita, jemari menari di atas sepiring nasi berlauk ayam kentucky, berebut butiran terakhir, bahkan tidak mau kalah akan kulit ayam yang tersisa, andai saja hanya salah satu di antara kita penyuka kulit ayam itu, pasti kenangan justru datar dan biasa saja,

Tidak berasa yah, flashback ini terlalu jauh rasanya, ku sambung aja di tulisan selanjutnya, dan selalu berharap, semoga kamu bisa baca, dan melukis senyum terbaikmu
Lanjut »»»

apa khabar masa lalu?

foto : allow men talk
Apa khabar masa lalu?
Aku seringkali bingung bagaimana cara meyapamu , mungkin aku harus diam sambil mengamati laju poros rotasi bumi, sepertinya pelan, namun cukup membunuh waktu dikala kesunyian, aku tidak mau sok tau akan hal itu, aku bukan seorang antropologi atau ahli geografi, bahkan apa sebutan paling tepat untuk itu, yang pasti, watuku terbunuh saat meyaksikan keindahan bintang di luas langit yang terbentang.

Dengar khabar kau telah dipinang? Itu berarti akan melepas masa lajang dan menikah dengan seseorang yang bisa membuatmu melupakan masa lalu tentunya, kau akan ikut dia pergi? Mungkin kau akan menemukan kehidupan baru disana, semoga kau bahagia dengan segala kasih sayangnya yang dulu tak mampu ku berikan, aku turut bahagia!
Ah tidak, aku berbohong!
Mana mungkin aku bahagia jika masih ada hal yang mengganjal yang tak mampu aku deskripsikan, yang terus ku sembunyikan meski memimpikanmu ditiap malam

Kau sepertinya sudah menemukan tempat bersandarmu, tepat disebelah kiri lelaki yang saat ini kau cintai, aku membicarakan tentang rusuknya, beberapa waktu lalu, kau sempat berfikir itu aku kan? Aku pun begitu, beberapa potong kenangan dari masa lalu memang tak terlupakan, meskipun bisa, jangan! Biarkan itu menjadi bahan cerita untuk keturunanmu nanti, pun juga aku.

Mau ku ceritakan beberapa potong kenangan yang tidak akan ku lupakan? Aku masih menyimpannya dibagian lorongan memori ingatanku yang mulai usang, tak terawat, termakan laju waktu nampaknya, namun ia masih sering ku jaga. Semoga saja lelakimu berfikiran terbuka, karena ini sekedar mitologi kita yang sekedar ku ulas untuk meyegarkan kotak kenangan. Namun sebaiknya ku ulas di tulisan mendatang, karena belakangan aku mulai pelupa, bahkan untuk mengingatmu yang pernah menjadi bagian dariku.
Lanjut »»»

tak semudah itu membenci masa lalu

foto : couples-looking-at-past

"Kamu pernah jatuh cinta? Pasti udah mengalami yang namanya patah hati?"
"Patah hati? Apa keadaan apabila hati rasanya pecah berkeping-keping, ketika berjalan sangat perih bagai terinjak beling, dan ketika melihat doi seperti kaku tak bergeming?"
"Hahahah… itu terlalu berima, beri aku contoh yang sederhana!"
"Umm… baiklah, patah hati itu ketika sudah tidak berhubungan lagi dengan masa lalumu, terus-terusan berdiam diri karena masih ingin saling memiliki?"
"Berarti mereka masih saling cinta? Terus kenapa masa lalu?
"Iya karena mereka terkalahkan oleh ego masing-masing, dan salah 1 dari mereka terlalu rapuh untuk berjuang hingga akhir"
"Bagaimana perasaan mereka saat sudah tidak bersama? Dan status mereka?"
"Benci, rapi aroma cinta masih kuat merekat, karena jika mereka tidak saling cinta, mereka bisa menerima keadaannya, mereka masih punya rasa ingin memiliki yang kuat! Status, tentu saja masa lalu dengan sejumlah kenangan yg terdahulu"
"Kamu seakan mendalami semua jawabanmu tadi? Pengalaman ya?
"Hahahah… anggap saja iya!"
"Terus cinta kamu? Ingin kamu berikan kepada siapa?"
"……………"

aku menulis dialog tersebut bukan karena tau pasti, beberapa diantaranya adalah cuplikan dari temanku, dan sepenggal kisah masa lalu, ada seorang teman yang dulunya pemalas, bisa sepantas kilat berubah menjadi penyair handal, dia tak mau kusebutkan namanya, biarlah… toh juga dia menikmati perasaannya, terlebih… aku menyukai karyanya

Bukan cinta namanya kalau tidak saling benci, masih ingin saling memiliki, tidak mau mengakui, dan terus terkalahkan oleh ego sendiri, begitu pula akhirnya, hanya bisa menatap dari kejauhan, sembari pelan-pelan mengimbas kenangan,

Pada akhirnya salah 1 daripada kalian menemukan sandaran di bahu yang lain, namun sandaran hati, apa masih bisa menemukan tempat nyaman yg sama, seperti saat kalian bersama? Dan yang sangat terluka, bila harus berjuang tanpa kawan melawan kesendirian, hingga akhirnya menemukan kenyamanan baginya, dan sebuah kepuasan sendiri tentunya,

Jika masih saling cinta, mengapa harus menafikan, justru akan membuat luka lebih dalam, perih, sampai ke tingkat akut yg sulit disembuhkan, tidak ada yang terlambat untuk kembali, hanya saja gengsi terlalu kuat menguasai…
*Note To Self*
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

aku dan pagi

foto : morning walk

"Kabutnya biasa aja…"
Kalimat itu yg pertama keluar sejak tadi pagi aku berlari, berjalan cepat tepatnya, hujan malam tadi biasa saja, setidaknya belum mampu menghapus kenangan kemarin

"Kamu datang dari arah sana"
Aku menunjuk ke sudut jalan dari arah berlawanan dari tempatku berdiri, sangat anggun pagi itu, cerah, indah sumringah, berharap langsung ku dekap, namun hilang ketika melintas, menembus begitu saja

Pagi ini aku tidak menjumpai bau khas dari tanah gersang yg telah basah diguyur hujan, padahal seharusnya, bau itu yg pertama mengetuk indera penciuman dipagi yg sama, seperti November kemarin,

Jika kau belum tau… masih ada sisa rasa dari rindu ini, yang bergelayutan, menghantui ingatan, menyeret sendiri membawa bayanganmu disepanjang jalan, aku benci menyimpannya, tapi tak sanggup membuangnya,
… itu alibi, sebenarnya, aku tak bisa

Kenapa pagi ini kau tak ada disini? Aku hanya ingin tau alasanmu pergi, tanpa ingin ada pertemuan lagi, kemarin, ketika aku melihatmu bersama seseorang yg tak asing, aku kembali bertanya, dia… dia… atau dia yang menimbulkan rasa cemburuku, dan membuatmu semakin menjauh…

Aku dan pagi… bersama kenangan yg terkubur rapi
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

kala hujan di November itu

foto : hujan
Belakangan ini aku merasa seperti bukan diriku lagi, aku terlalu banyak meminta maaf, tak seperti biasanya kata itu enggan keluar meski sampai di penghujung lidah, ia terdiam, lalu lenyap di sana…

nampaknya sekali lagi aku harus meminta maaf, hujan November ini membasuh ingatanku kemarin sore, ia menyegarkan kembali ingatan yang bahkan aku lupa saat ini aku masih mempunyainya,

Sebenarnya… aku tak ingin menggugah kembali asamu untuk mengingat sepercik kenangan kecil di November kala itu, hanya saja hujan kembali membasuh ingatan yg samar, ku ingat namun tidak banyak yg ku lihat, bentar ya, aku menceritakannya sebisaku!
waktu menunjukkan jam 4 sore, saat ibu-ibu pulang dari sawah, kita berjalan seperti biasanya, namun tak disangka rinai hujan membasahi jalan, kita berteduh dipohon penuh kenangan ketika dulu aku menyatakan perasaanku, disini aku mulai bisa mengingatnya…

"kau lihat bunga itu? Ia indah, namun lekas hilang, tanpa aba-aba, begitulah hubungan kita nantinya"
"maksud kamu apa?"
"diusia kita, menjalin hubungan 1 tahun sudah terbilang hebat, tidakkah kau bosan nantinya?"
"jika kau masih disisiku, aku masih mampu"
"tak mungkin selalu aku yg disisimu, terkadang aku juga harus pergi ke lain hati"
"kau akan mencari penggantiku, begitu?
"kita lihat saja nanti, aku yg harus pergi ke lain hati, atau kamu yg melepaskan aku pergi, kita tidak tau itu"
"tidak mungkin untuk aku melepaskanmu, mungkin belum"
"begitulah maksudku, kau tau… Ketika seorang perempuan sudah terlanjur emosi, apapun akan mungkin"
Ucapku sambil mengacak-acak rambutnya…
"lelaki juga sama saja, egois!"
*Weekk* Ejeknya…
"tergantung sikap wanita yg kami cintai"
Jawabku dengan gaya sok cool…
"kalau aku?"
"umm… biar ku fikir-fikir dulu ya"
*Tertawa lepas*
"tuh kan…"
"pakailah jaketku, tidak semua perempuan ku perlakukan layaknya puteri"
"ah, gombal…"
"tapi kamu suka kan? Aku baik lho…"
"Ah, terserah…"

Seperti biasa, obrolan kita akan berakhir pada kalimat "terserah" mu, namun berbeda jika kamu yg mengucapkan, ia masih terdengar layaknya pita perekam yg bosan memutar lagu yg sama, namun ini berbeda, ia hanya 1 kata!
Ingatanku hanya tersisa kalimat itu dari bibirmu, yg lainnya? Entahlah…

posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Hanya Bayangmu Yang Datang Menyapa

foto : sad face
Bayangmu baru saja menyapaku,
Ingin ku dekap, namun ia lantas berlalu,

Rindumu kembali mengalun syahdu di pelupuk kalbu,
Ingin ku nyanyikan,
Namun ia hilang sebatas hembusan,

Pesona indahmu kembali mengunjungi beranda hati,
Menempati pelataran kaki lima yg sudah lama tidak berpenghuni,

"Bagaimana khabarmu wahai kenangan??"
Terucap kata itu dari bibir penuh keraguan,
Kau hanya menoleh, melontarkan simpul senyum yg sampai saat ini tidak ku lupakan,

Kau masih seperti yg ku kenal dulu,
Dengan paras polos nan ayu pesona indahmu,
Apa kau juga merasakan kerinduan yg sama,
Hingga kau kirim bayangmu datang untuk menyapa,

Mungkin benar ku sudah terikat simpul tali kasihmu,
Hingga bayangmu masih saja mengisi hari hariku walau tanpamu,
Menghias sebagian beranda hati yg pernah kau tempati
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Salah

foto : spesial
Merintih kalbu menyeru namamu,
Mematik aksara indah ditabir khayalku,
Ingin ku wujudkan nyata akan indahmu,

Namun hanya khayalku yg tak berujung nyata,
Tidak karena rasa ini hanya separuh jiwa,
Yg ku sangga sendiri dalam sepi,
Menuntun kerinduan dalam diri,

Apa hanya dalam mimpi ku bisa wujudkan akan indahmu??
Apa hanya dalam khayalan ku bisa mendapatkan tulus kasihmu??
Apa cinta sekedar impian yg tak dapat aku realisasikan??

Entahlah . . .
Yg pasti saat ini rasa itu mulai mengkontaminasi seluruh relung sanubari,
Menyebar seakan virus abadi yg tak ingin dibasmi

Kan ku padukan indahmu agar seluruhnya menyatu,
Dalam relung hati dan sanubariku,
Meski aku salah karena telah mencintaimu
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Kenangan Kita

foto : sweet memory

Ku buka kembali lembar kenangan kita yg lalu,
Yg telah terkubur didalam labirin hati kecilku,
Penuh debu memang,
Dan sulit untuk ku temukan,
Tapi perjumpaan kita kemarin, membuka lagi ingatanku,

Kasih . . .
Bahagiakah kau sekarang tanpaku??
Tapi ku rasa kau memang akan lebih bahagia tanpaku,
Karena kau yg melepas ini semua,
Semua tentang kisah kita,

Haruskah kau hadir lagi disaat kenangan kita telah layu,
Namun senyumanmu kembali menyegarkan anganku,
Tak kuasa aku menghindar untuk melihat garis indah nan manismu,

Usah kau hadir dihidupku lagi,
Meski ku sangat ingin itu terjadi,
Tak dipungkiri, dijendela hati, ku masih menanti,
Menyibak tirai rindu,
Meski sudah lapuk tergerus laju waktu.
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Luka Termanis Yang Kau Ukir

foto : bloody scratch
Aku akan pergi membawa secuil rasa akan cintamu,
Serpihan lara dibelantara ruang pengap hatiku,
Secarik rindu yg akan terus memanggil indah namamu,

Kepergianku, bukan semata karena inginku,
Melainkan karena terberainya simpul asmara yg pernah terikat erat,
Yg kau urai tanpa ada rasa penyesalan suatu saat,

Kenapa kau tak membiarkanku bicara??
Akan rasa tulus kasih yg mnyesakkan dada,
Menimbulkan sejuta bimbang akan dirimu yg terlanjur ku cinta,

Tiada jalan bagiku untuk membuat keputusan,
Selain merelakanmu pergi dengan membawa serpihan rasa yg pernah aku selipkan,

Kini hanya luka sebagai prestasiku akan keyakinan yg telah mencintaimu,
Luka termanis yg pernah terukir diberanda hati yg kini tak berpenghuni,
Kunjungilah perhentian sesaatmu ini,
Untuk melihat luka abadi yg pernah kau torehkan,
Agar ia dapat terhapus dengan perlahan,
Meski masih tersisakan
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Maaf Bila Masih Mencintai

foto : spesial

Tak kuasa aku berenang di lautan rasa yg terlanjur menenggelamkan,
Meronta sepi memohon hadirmu temani diri,
Meneriakkan rindu ingin dirimu temani hidupku seperti dulu,

Hadir sosokmu hanya bisa ku wujudkan di alam mimpi,
Lewat beribu angan bunga tidurku,
Sapaanmu hanya berwujud cairan kenangan yg menetes kepipi lalu lenyap disapu angin kesepian,
Bayangmu meski menyapa namun ia tetaplah bayang yg tak berujung nyata,

Ku masih melihatmu menggelayut dalam bauran ingatan segar,
Memuncul disela-sela memori kenanganku yg mulai usang,
Yg akan segar bila hadir kenganmu mengkontaminasi angan,

Dulu kau berupa wujud nyata yg ada temani hariku,
Yg selalu menemani suka duka dalam lirih canda tawa,
Namun kini kau sebatas tema khayalku yg tak mungkin ku gapai,
Impian yg tak mungkin ku raih,

Maaf bila indahmu terus ku jadikan tema dalam untaian syairku,
Maaf bila wujudmu hanya mampu ku sematkan dalam lantunan aksara tentangmu,
Maaf bila aku masih mencintai sosok, bayangan, sapa dan kenanganmu
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Search