Showing posts with label Kamu. Show all posts
Showing posts with label Kamu. Show all posts

To my PrInSCESs

foto : Princess Crown


Hello there my PrInSCESs …
There's such thing empty, but missing you, how was your been there? Is it comfort enough? Or still miss to lay on someone shoulder, I'm pretty much ...
Miss you for such thing,

We know what have we been doing rite now was not easy as the people spell A,B,C's, they dont even know the good things that we ever see, sure I was lonely, but it seem suspicious left me slowly,

As I say, the more I miss you, the more the poetry came pass through, I dont even realize that my mind could just write the whole thing about you, us, and the yearning thing, it unpredictable, but by writing this, its getting more stable,

Last morning, this morning, and the rest of them pass out from the time chamber, I let them blow up without you again and again on my side, do you feel the same way I do? Dont! Just stay well on your study! I beg you!

I felt the better morning today, with a glass of my great coffee and short poetry, instead a part of mind that missing you eternally…

posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

ketika hati ini bukan lagi tempatmu

foto : spesial

kamu sadis ya… memberi aku sesuatu yang terlalu indah untuk dilupakan, seperti anak kecil yang pernah menerima mainan mahal yang selalu diidamkan, memunculkannya sebagai sephia dari setiap malam dilelap tidurnya,

ingatanku kemarin kembali berantakan, kenapa tidak? Dirimu kembali menemui disetiap sudut barisan mimpi yang secara tiba-tiba datang mengacaukan, melengkapi serpihan kubik yang pernah ku hilangkan dan lagi-lagi, ada PR yang harus aku selesaikan, menata kenangan tentunya, namun tak serapi biasanya,

kau masih ingat dengan ini? hati
iya…
itu tempat tinggalmu dulu, kau (pernah) mencerahkan, memberi suatu makna tersendiri, memainkan peranan penting dalam kehidupan tokoh yang menurutmu penuh misteri (ini), namun sebelum kasusmu usai, kau pergi,

tak perlu ku sembunyikan dibalik kemilau bebatuan mulia, atau malam dengan sederet bintangnya, bulan bahkan menertawakan, hanya mengedip sembari tersenyum perlahan, terkadang orang mengatakan ia turut merasakan, tapi menurutku mereka tidak tau perwujudan asli bentuk emosi dari bulan itu sendiri,

sudahlah… aku ingin tertawa bebas bersama mereka malam ini, jangan salah! Ini hanya salah satu cara untuk menertawai diriku sendiri



posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Sejauh mana…

foto : simply love

Kita tau kan cinta itu sederhana?
Namun kenapa harus kita memperumitnya? Dengan rasa rindu yang terlalu, menyiksa pelan dalam diam, karena kita tidak bicara apa-apa, diam seribu bahasa,

Saat berhadapan, yang bisa kita lakukan hanya bertatapan, memandangi masing-masing dalam kediaman, sunyi… tapi ada bahagia serta kepuasan sendiri, dari ulur tarik nafasmu cukup membuatku bahagia sendiri, karena aku telah berdiri di depan orang yang aku cintai,

Aku tidak tau apa perasaanmu menyama-ratakan kita, aku harap demikian, karna terkadang, lebih baik kita mencoba, daripada hanya terus berdiam, bersembunyi di balik ego masing-masing, pertanyaannya…

Sejauh mana kita bisa bertahan, terserang rindu yang mengalir perlahan, hingga akhirnya tenggelam sendirian…
Lanjut »»»

Ingat kita?

foto : web
Ini  bulan hari keberapa yah, aku sudah tidak membicarakan kamu? Kalau kamu yang mengingatnya, justru kamu lah yang lebih perhatian dalam mencari tau akan ku, hahaha. . . Aku sok tau yah? Anggap saja itu bagian dari kelebihanku,

Bagaimana keadaanmu sekarang? Masih mencari tau akan keberadaanku? Malah rasanya, justru aku yang sebaliknya, ada rasa kerinduan untuk bersua kembali, bukan tentang perasaan kehilangan yang kemarin masih aku awetkan, namun dercak ingatan yang sebatas singgah, berharap terwujud pertemuan,

Kamu ingat mentari yang kemarin tenggelam di sudut senja, ketika aku tertawa akan kekonyolanmu untuk menyelamatkan atas kebodohannya, kebodohan yang selalu diulang-ulang, setelah kemarin ia timbul, dan besoknya kembali tenggelam,
Aku rindu momen itu

Kekonyolanmu, dan keisenganku, membuat pelanggan di kafe favorit kita dulu memusatkan seluruh perhatiannya kepada kita, jemari menari di atas sepiring nasi berlauk ayam kentucky, berebut butiran terakhir, bahkan tidak mau kalah akan kulit ayam yang tersisa, andai saja hanya salah satu di antara kita penyuka kulit ayam itu, pasti kenangan justru datar dan biasa saja,

Tidak berasa yah, flashback ini terlalu jauh rasanya, ku sambung aja di tulisan selanjutnya, dan selalu berharap, semoga kamu bisa baca, dan melukis senyum terbaikmu
Lanjut »»»

apa khabar masa lalu?

foto : allow men talk
Apa khabar masa lalu?
Aku seringkali bingung bagaimana cara meyapamu , mungkin aku harus diam sambil mengamati laju poros rotasi bumi, sepertinya pelan, namun cukup membunuh waktu dikala kesunyian, aku tidak mau sok tau akan hal itu, aku bukan seorang antropologi atau ahli geografi, bahkan apa sebutan paling tepat untuk itu, yang pasti, watuku terbunuh saat meyaksikan keindahan bintang di luas langit yang terbentang.

Dengar khabar kau telah dipinang? Itu berarti akan melepas masa lajang dan menikah dengan seseorang yang bisa membuatmu melupakan masa lalu tentunya, kau akan ikut dia pergi? Mungkin kau akan menemukan kehidupan baru disana, semoga kau bahagia dengan segala kasih sayangnya yang dulu tak mampu ku berikan, aku turut bahagia!
Ah tidak, aku berbohong!
Mana mungkin aku bahagia jika masih ada hal yang mengganjal yang tak mampu aku deskripsikan, yang terus ku sembunyikan meski memimpikanmu ditiap malam

Kau sepertinya sudah menemukan tempat bersandarmu, tepat disebelah kiri lelaki yang saat ini kau cintai, aku membicarakan tentang rusuknya, beberapa waktu lalu, kau sempat berfikir itu aku kan? Aku pun begitu, beberapa potong kenangan dari masa lalu memang tak terlupakan, meskipun bisa, jangan! Biarkan itu menjadi bahan cerita untuk keturunanmu nanti, pun juga aku.

Mau ku ceritakan beberapa potong kenangan yang tidak akan ku lupakan? Aku masih menyimpannya dibagian lorongan memori ingatanku yang mulai usang, tak terawat, termakan laju waktu nampaknya, namun ia masih sering ku jaga. Semoga saja lelakimu berfikiran terbuka, karena ini sekedar mitologi kita yang sekedar ku ulas untuk meyegarkan kotak kenangan. Namun sebaiknya ku ulas di tulisan mendatang, karena belakangan aku mulai pelupa, bahkan untuk mengingatmu yang pernah menjadi bagian dariku.
Lanjut »»»

Hujan kita (dulu)

foto : embun hujan

Hujan adalah unsur yang paling ampuh dalam membangkitkan kenangan, butir demi butir bergulir, mengembun menjadi bulir-bulir bening pembasuh masa lampau yang kian jauh terpendam, mengikis sedikit demi sedikit, mengulang hal indah maupun sakit,

Ada pelangi yang tersirat dibalik matamu ketika menatapku, itu dulu… sebelum waktu mengharuskan kita tersendat, di tengah penantian yang kandas di haluan hiruk-pikuk tempat sejatinya berlandas, pelangi itu memudar seiring rasa yang mulai hambar, tanpa rindu membumbui, hingga luka kita cumbui sendiri,

Aku mencari di mana pelangi yang dulunya menyala indah, kini hilang seiring mentari rebah, hanya tinggal 1 warna, yakni jingga yang bersinar terang, mulai redup di bulir cairan mata yang sayup, aku membicarakan tentang senja kita, senja yang dulunya bahagia, iya… dan kini hanya tinggal kenangannya, bukan sejarah, karna cuma serpihan rasa kita yang menjadi peninggalan bukti nyata,

Kau tau luka ini begitu perih, terbalut lirih, saat air hujan berkunjung, harus dengan apa ku jamu, bila tidak dengan lukaku, luka yang pernah kau tinggalkan dulu, masih rapi terbungkus perban, masih menetap, tidak ada yang menanggalkan, hingga waktu datang beriringan, menyembuhkan perlahan, tapi masih meninggalkan kesan,

Dimana kau sembunyikan bulir di balik kelopak jaringan matamu, yang tersemat sejuta hasrat akan rindu yang tak kunjung dicumbu waktu, hingga tiba masa penantian saat kisah kita kemarin kau lepaskan? Apa hilang begitu saja, atau semayamkan di rumah duka, kalau iya, di mana jenazahnya? Biar aku yang mengheningkan cipta
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

berteduh di kiri matamu

foto : Red Eye Frog Shelter
aku menulis ini dalam keadaan kantuk berat, jadi bukan salahku jika tiada unsur gombal yg biasa keluar, meski mataku kian berat, namun serasa ditemani matamu kemarin sore, ia meneduhkan, namun sayangnya tidak hujan, maka aku hanya mampir 1 malam,

indahmu masih bisa ditelisik dari ruangku berbaring saat ini, iya, kelopak matamu, aku nyaman, bisa istirahat dengan aman, pelan-pelan… aku terlalu memberatkan? Maaf! Matamu terlalu indah untuk terlewatkan,

hei, bintang itu masih bisa melihatku? Tak cukup dalamkah aku menyelami matamu, ku rasa cukup, aku tak mau tenggelam jauh ke dasar curam sedalam jurang, bahkan bintang itu takkan sanggup terbang lagi setelah jauh terbawa arus matamu pergi,

aku tak melihat pelangi dibalik matamu, meski ia, takkan ku sapa, meski semua berteriak gaduh, ia tak acuh, apa ia mau sok patuh, akan siapa? Sinar yg membias diretina matamu? Atau penciptanya yg terlupa akan letaknya? Pelangi itu sombong, aku bisa menyombonginya lebih, namun kali ini ia sedih, hanya 4 dari 7 cahaya yg keluar, yg lain tentu mengalir disungai matamu, biar ku usap!

apa kau akan terus begini? Membiarkan aku menginap malam ini, namun sungaimu seakan tak berbendung, terus membasahi aku yg sedang ketiduran, aku pindah, kan ku cari tempat yg lebih nyaman, tapi matamu jauh lebih indah!
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Sederhana saja

foto : petrichor

Kenapa hal yang ku tulis belakangan ini selalu ku sangkutkan dengan hujan dan kamu, aku mencoba mengurai kata "kita" yang kemarin bercanda di teras itu, tapi tersangkut di kalimat-kalimat terakhir akan indahmu, ingin ku tulis tapi aku takut ia terlalu manis,

Beberapa malam terakhir, kau sempat tidak menidurkanku, mendendang dalam melodi pra-kematian, lebih memperjelas efek dibandingkan dengan Brain Wave yang selama ini ku dengarkan, mensugesti? Tidak, hanya menyadarkan bahwa kau masih jauh ku gapai, jika aku masih berdiam diri dan terus berandai…

Berteman itu indah, tapi apa kau tau, kalau cinta itu berkeinginan untuk memiliki? Egois memang, tapi begitulah kenyataan, kau takkan bisa menganggap orang yang sayangi itu sebagai teman biasa, kau ingin terus berada di sampingnya, memilikinya, membiarkan dia mengisi kekosongan di sela-sela jemarimu, menatap jauh semesta di sudut matamu, sambil menggambar rasa pada langit yang sama, melukis gugus bintang yang selama ini tiada yang menemukan, ku kira… sesederhana itulah cinta,

Sebenarnya… tiada keahlian khusus dalam mencintai, hanya butuh 2 hati yang siap terlukai! Ah, lagi-lagi aku yang memperumitnya, terkadang, iya tak lebih dari rumus perhitungan logika yang seringkali membuatku menyerah, sebagai alibi… aku bukan orang yang perhitungan
Apa hidup itu begitu sederhana sepertu katamu? Atau bahagia itu sangat mudah seakan kita tau? Biar ku perjelas, "AKU MENCINTAIMU" iya, sesederhana kata itu…
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Ini tak pernah sederhana

foto : Love Story

 "Kamu tau cinta?"
"Apa? Cinta? Aku masih awam akan itu, menurutmu?"
"Seperti halnya kamu, aku masih hijau akannya"
"Tapi tema tulisanmu?"
"Ah, itu sekedar basa-basi, akan suatu hal yg akan (mungkin) ku alami"

Iya… begitulah, aku bahkan tidak tau pasti tema yg ku tulis, aku hanya menulis dan terus menulis, sebebas-bebasnya, seluas-luasnya, seperti samudera mungkin, tapi imajinasi itu lebih luas (kata mereka)

"Apa yg kamu tau akan cinta?"
Ia cuma sekedar 1 kalimat yg disebutkan ketika kamu ingin seseorang menjadi pasanganmu, sederhana bukan? Iya, harus ku akui kata itu terkadang hanya sekedar basa-basi, dan (maaf) aku masih belum tau pasti,


"Apa kamu akan selalu ada untukku?"
Hah, itu lagi, salah 1 gombalan remaja masa kini, maaf… aku tidak berjanji, bahkan aku jarang ada untuk diriku sendiri, bukankah cinta saling melengkapi? Setidaknya itulah kata beberapa pujangga kata yg menulis tentang cinta dengan sebebas-bebasnya, semau mereka, aku lebih suka menunjukkannya, lewat candaan dan perhatian kecil yg maknanya sulit terungkap, meski aku tak selalu ada untukmu, dan bahkan perhatian atas diriku sendiri aku jarang ada,

"Kamu janji ga bakal nyakitin aku?"
Sayang… bahkan ketika aku mengiris bawang, tanganku terlalu banyak terluka, mataku mengeluarkan cairan dengan sendirinya! Meski kita tak meminta atau bahkan menginginkannya, tapi sebagian luka itu datang tiba-tiba, tanpa sengaja, hingga menyakiti begitu dalamnya, luka itu ada untuk disembuhkan, bukan diperparah, jika kita bersama, percayalah, menyembuhkannya akan mudah, banyak hal berubah menjadi lebih indah,

Cinta menurutku adalah suatu kata yg pada saat mengucapkannya tidaklah sulit, tapi cara membuktikannya itu rumit
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

aku dan pagi

foto : morning walk

"Kabutnya biasa aja…"
Kalimat itu yg pertama keluar sejak tadi pagi aku berlari, berjalan cepat tepatnya, hujan malam tadi biasa saja, setidaknya belum mampu menghapus kenangan kemarin

"Kamu datang dari arah sana"
Aku menunjuk ke sudut jalan dari arah berlawanan dari tempatku berdiri, sangat anggun pagi itu, cerah, indah sumringah, berharap langsung ku dekap, namun hilang ketika melintas, menembus begitu saja

Pagi ini aku tidak menjumpai bau khas dari tanah gersang yg telah basah diguyur hujan, padahal seharusnya, bau itu yg pertama mengetuk indera penciuman dipagi yg sama, seperti November kemarin,

Jika kau belum tau… masih ada sisa rasa dari rindu ini, yang bergelayutan, menghantui ingatan, menyeret sendiri membawa bayanganmu disepanjang jalan, aku benci menyimpannya, tapi tak sanggup membuangnya,
… itu alibi, sebenarnya, aku tak bisa

Kenapa pagi ini kau tak ada disini? Aku hanya ingin tau alasanmu pergi, tanpa ingin ada pertemuan lagi, kemarin, ketika aku melihatmu bersama seseorang yg tak asing, aku kembali bertanya, dia… dia… atau dia yang menimbulkan rasa cemburuku, dan membuatmu semakin menjauh…

Aku dan pagi… bersama kenangan yg terkubur rapi
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

maafku untuk kami

foto : apologize
Kamu disana?
Maaf ya, terlalu lama menunggu, ada beberapa hal yg belum bisa ku jelaskan, ia berat, meski terkadang terlihat konyol & bijak disaat yg bersamaan, namun ada hal yg paling susah ku lawan, egoku terlalu kuat untuk ku kendalikan, meski sering kalah, namun aku belum menyerah

Kau tau… Betapa pintarnya ia menghanyutkan, namun sedalam apapun aku terbawa, untung aku masih bisa menyelam, aku tau sedikit tentang renang, ia bekalku untuk selamat dalam ego sendiri yg kerap membuatku berjuang untuk tetap berdiri,

"Bagaimana keadaanmu?"
2 kata yg dihuni ka(mu) itu berat rasanya terhantar, mereka sering terlantar didraft kotak pesanku, mereka terkorban sia-sia, bahkan aku tidak sempat mengheningkan cipta untuk mereka! Aku tau kamu sering menunggu, namun seperti halnya diriku… Aku lelah kalah!

Malam ini, aku menorehkan bait-bait akhir dari rinduku yg masih tersisa semalam, setelah aku hangatkan, namun sayang rasanya bila tidak kau cicipi kembali, karna aku tak sanggup membuangnya,

Berkatmu… Malam ini aku punya keahlian baru! Aku bisa terlelap dalam keadaan setengah merindu…

*Aku & Egoku*
*Maafku Untuk Kami*
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

kala hujan di November itu

foto : hujan
Belakangan ini aku merasa seperti bukan diriku lagi, aku terlalu banyak meminta maaf, tak seperti biasanya kata itu enggan keluar meski sampai di penghujung lidah, ia terdiam, lalu lenyap di sana…

nampaknya sekali lagi aku harus meminta maaf, hujan November ini membasuh ingatanku kemarin sore, ia menyegarkan kembali ingatan yang bahkan aku lupa saat ini aku masih mempunyainya,

Sebenarnya… aku tak ingin menggugah kembali asamu untuk mengingat sepercik kenangan kecil di November kala itu, hanya saja hujan kembali membasuh ingatan yg samar, ku ingat namun tidak banyak yg ku lihat, bentar ya, aku menceritakannya sebisaku!
waktu menunjukkan jam 4 sore, saat ibu-ibu pulang dari sawah, kita berjalan seperti biasanya, namun tak disangka rinai hujan membasahi jalan, kita berteduh dipohon penuh kenangan ketika dulu aku menyatakan perasaanku, disini aku mulai bisa mengingatnya…

"kau lihat bunga itu? Ia indah, namun lekas hilang, tanpa aba-aba, begitulah hubungan kita nantinya"
"maksud kamu apa?"
"diusia kita, menjalin hubungan 1 tahun sudah terbilang hebat, tidakkah kau bosan nantinya?"
"jika kau masih disisiku, aku masih mampu"
"tak mungkin selalu aku yg disisimu, terkadang aku juga harus pergi ke lain hati"
"kau akan mencari penggantiku, begitu?
"kita lihat saja nanti, aku yg harus pergi ke lain hati, atau kamu yg melepaskan aku pergi, kita tidak tau itu"
"tidak mungkin untuk aku melepaskanmu, mungkin belum"
"begitulah maksudku, kau tau… Ketika seorang perempuan sudah terlanjur emosi, apapun akan mungkin"
Ucapku sambil mengacak-acak rambutnya…
"lelaki juga sama saja, egois!"
*Weekk* Ejeknya…
"tergantung sikap wanita yg kami cintai"
Jawabku dengan gaya sok cool…
"kalau aku?"
"umm… biar ku fikir-fikir dulu ya"
*Tertawa lepas*
"tuh kan…"
"pakailah jaketku, tidak semua perempuan ku perlakukan layaknya puteri"
"ah, gombal…"
"tapi kamu suka kan? Aku baik lho…"
"Ah, terserah…"

Seperti biasa, obrolan kita akan berakhir pada kalimat "terserah" mu, namun berbeda jika kamu yg mengucapkan, ia masih terdengar layaknya pita perekam yg bosan memutar lagu yg sama, namun ini berbeda, ia hanya 1 kata!
Ingatanku hanya tersisa kalimat itu dari bibirmu, yg lainnya? Entahlah…

posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Fatamorgana Dibulan Purnama

foto : november moon
Menatap kemilau gemintang digelapnya pesona malam,
Berkelip riang mempersembahkan bermacam tarian,
Terus setia menemani kesendirian purnama,
Yg menyempatkan hadir di malam yg gulita,

Entah mengapa dan tiba tiba bayangan wajahmu menyempatkan waktu untuk menjadi fatamorgana,
Yg tergambar jelas, indah dan sempurna tepat diwajah bulan purnama,
Menyempatkan simpulkan senyum yg selama ini ku rindukan,
Yg hampir tidak mungkin lagi akan kau perlihatkan,

"AKU MERINDUKANMU"
Teriakku sambil menyebut namamu,
Jelas terpampang wajah ayumu diantara taburan gemerlap bintang,
Menyilaukan dan tidak dapat mengalihkan pandangan,

Teruslah membayangiku kasih...
Hiasilah gelap malam yg sunyi ini,
Sunyi tanpamu disini
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

setidaknya, kita harus mencoba

foto : boldloft
before you, saying "I Love You" was as easy as A,B,C's
setidaknya… kita harus mencoba, mungkin apa yg kita rasa sama, namun ketika gengsi mulai menguasai, membuatnya rumit dan sulit, ingin ku ucap beberapa kata yg memperjelas kita, lidahku berbelit
aku sedang ketakutan, bersembunyi dibalik bayangan luka, berselimut duka setelah rasa putus asa, aku kembali takut untuk mencoba, bukan salah kita, itu sifat asli manusia, yg punya hati, rentan untuk tersakiti,

bagaimana menurutmu jika ketika aku bangun dari mimpi yg sulit tuk ku ingat lagi, yg pertama kali ku fikirkan itu kamu, setelah pembicaraan singkatku dengan tuhan pada momen pra-kematian, mungkin tuhan yg bosan, karna aku sering membicarakanmu, namun sebaliknya aku,
setiap kalimat selamat pagi yg kuketik dengan menyatukan beberapa kalimat kata sederhana, hanya bisa ku ralat, tidak berani ku kirim hingga siang datang, lalu penyesalan muncul selintas bayangan,

Itu terus berlangsung setiap hari, hingga dimana keberanianmu untuk menghubungiku terlebih dahulu,aku akan mencoba, meluangkan waktu agar bisa mencurahkan segala keraguan yg terpendam, agar disetiap malam waktu pra-kematian, aku bisa tenang dan tak lagi menjadi arwah penasaran
 setidaknya kita harus mencoba, membukukan kisah kita lembar baru, agar kau tau cintaku itu sederhana, namun seringkali aku yg memperumitnya


posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Menantimu Dalam Kerinduan


foto : renungan senja
Kala mentari beranjak pergi,
Senja makin menghampiri,
Langit kian gelap,
Tergerus pekatnya malam,

Ku masih bertahan,
Menyiksa diri dibalik kesakitan,
Menahan terjangan arus kerinduan,
Perasaan yg kian menenggelamkan,

Walau hari demi hari kian berganti lagi,
Ku masih mengabadikan perasaan ini,
Ku setia menunggumu kembali,

Persetan dengan terjangan cemburu,
Ketahuilah hati ku hanya untukmu,
Buang semua prasangkamu,
Yakinilah, aku hanya milikmu,

Aku menantimu dalam kerinduan,
Aku mencintaimu walau berjauhan

posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

mimpi yang berbeda jika kau didalamnya


foto : dream traveler

Semalam aku mendapati mimpi indah yg selama ini susah ku raih, entah tentang apa, namun ku rasa, ia mampu membuatku bahagia, sepotong-potong demi sepotong telah memudar, ia lenyap begitu saja sebelum masuk didalam jurnal mimpi harianku, iya, aku mempunyai jurnal yg selalu mencatat setiap mimpiku,
.
Aku mencoba mengingat lagi, namun yg pasti, ia bukan Lucid Dream yg sering kali aku lakukan untuk memaksakan mimpi yg atas keinginanku sendiri, aku terbangun dalam senyuman, seperti baru bangun setelah tidur ratusan hari, bingung dan tersenyum,
.
Kehadiranmu mungkin terasa dimimpi tadi, ia sangat keliahatan nyata, seperti gula yg larut dalam seduhan coffee-maker yg ada didapur, sangat nyata hingga aroma tubuhmu masih ada diliang penciumanku, meski tak setajam binatang pengerat,
.
Hal apa lagi yg mampu membuatku tersenyum jika bukan kehadiranmu beberapa waktu lalu, aku membicarakan senyum, bukan tawa yg lontar dengan sengaja, namun senyum yg mengisahkan "beberapa" cerita, ingin ku tulis "sejuta" namun ia terlalu berlebihan,
.
Sekilas saja samar wajahmu menyeringai, terkesan seperti hantu, tapi memang begitu, kau tersenyum manis saat ku dekap dari belakang, namun itu sebuah ketidak sengajaan, entah siapa yg mendorong tubuh mungilku, otot-ototku langsung refleks memelukmu, erat… Hingga terhirup aroma tubuhmu yg tak masih ku ingat sebagai alternatif ketika wajahmu terhapus.
........ Memimpikan kamu,
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Ini Masih Kamu

foto : ilustration of purple haired girl
Ku tatap seraut wajah cantik yg mengalihkanku dari pandangan,
Dari kejauhan ku lihat sosok yg anggun berseri,

Kau tau . . .
Ingin ku mendengar bisikan hati untuk mendekat,
Ingin ku mengeluarkan sepatah 2 kata yg sulit untuk terucap,
Namun apa lah dayaku,
Ku hanya bisa tercengang menyaksikan keindahanmu,

Tiba-tiba keadaan menjadi sangat terang,
Entah itu mentari pagi yg menyapa,
Atau senyuman manismu yg mempesona,

Tatapanmu seolah tertuju pada tumpuan mata,
Namun aku hanya bisa terdiam dan terpana,
Menyaksikan kesempurnaan makhluk ciptaan-Nya
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

masih tentangmu

foto : classic chinese girl

Setelah membaca beberapa kisah, puisi, dan sajak, aku ingin kembali menulis tentangmu, entah mengapa jika tentangmu, ia mampu membuatku lebih bersemangat dan serasa hidup kembali, ada beberapa sajak dari teman yg berisi sepotong kenangan selalu saja mengaitkan dirimu yg mengisi kekosonganku beberapa waktu lalu,
.
Maaf bila disini aku mengulas sepotong kenangan yg mungkin tersirat harapan, namun aku bukanlah orang yg selalu berharap, aku ingin berfikir nyata dan realistis tentang apa adanya, mungkin itulah cara berfikir seorang lelaki, aku masih belum bisa menyebut diriku pria diusiaku yg terkisar masih belia,
.
Baik… Aku selalu bingung hendak mulai dari mana, namun sulit berhenti jika sudah terseret arus imajinasi, imajinasiku luas, tidak terkesan ingin membandingkan dengan lautan, namun ia memang luas

posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Aku Mencintaimu (koma)

foto : edited

Aku mencintaimu (,)
Kenapa (,)
Karena cintaku akan terus berlanjut dengan adanya (,)
Aku ingin mencintaimu sampai akhirnya dan hanya bisa diakhiri dengan (,) karena (,) tiada akhirnya

Aku tidak mengatakan
"Aku mencintaimu (.)"
Karena aku tidak ingin cintaku sekedar berakhir di (.)
Aku ingin terus mencintaimu tanpa (.) dan akan terus berujung di (,)

Aku tidak mengatakan
"Aku mencintaimu (!)"
Karena cintaku bukanlah suatu paksaan untukmu,
Aku ingin kau turut merasakan kerinduan akan asmara yg telah lama terpendam,
Aku ingin menghapus keraguanmu akan cintaku,

Aku tidak mengatakan
"Aku mencintaimu (?)"
Karena cintaku untukmu tanpa (?)
Meski aku tidak tau alasan untuk mncintaimu,
Tapi aku tau kalau cinta tak membutuhkan alasan untuk merasakannya,
Hanya ketulusan yg mampu aku berikan

Karena aku mencintaimu (,)
Dan cintaku akan terus berlanjut di (,)

posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Jatuh Hati Pada Aksaramu

foto : spesial
Susunan aksaramu kerap mengisi berandaku,
Dalam... Penuh makna,
Konotasi akan arti pejelasan duniawi,
Menerapkan pola fikir yg luas dan terkesan bebas,

Tanpa beban,
Tanpa paksaan,
Penuh pemaknaan,
Setidaknya itulah yg mampu aku simpulkan,

Konotasi ukiran aksaramu menggugah pola fikiran,
Bacaan yg ku lafalkan dari tulisanmu memecah keheningan beranda kesadaran,
Semakin menyeruak ke dalam percikan makna yg berteriak,
Menghidupkan rasa penasaran yg telah lama aku kuburkan,

Penulis asing dikehampaan berandaku,
Siapapun dirimu, aku masih asing dengan keberadaanmu,
Dimanapun dirimu, aku tak peduli akan letak sebuah lokasi,
Bagaimanapun keadaanmu, aku belum sempat menilai sejauh yg ku mampu,
Apa benar itu nama aslimu,
Ahh... Apalah arti dari sebuah nama!!

Yang pasti . . .
Aku jatuh hati pada goresan aksara kata yg kau rangkai,
Membentuk tulisan ciamik penuh arti,
Melambangkan sikap dan bentuk jiwa penulisnya,

Entah aku masih bisa berharap atau tidak,
Tapi aku takkan berhenti untuk berharap,
Ingin ku nanti dirimu suatu saat kelak,
Agar kita bisa saling memadu aksara yg penuh makna,
Berbagi kesan akan arti sebuah tulisan
posted from Bloggeroid
Lanjut »»»

Search