ketika hati ini bukan lagi tempatmu

foto : spesial

kamu sadis ya… memberi aku sesuatu yang terlalu indah untuk dilupakan, seperti anak kecil yang pernah menerima mainan mahal yang selalu diidamkan, memunculkannya sebagai sephia dari setiap malam dilelap tidurnya,

ingatanku kemarin kembali berantakan, kenapa tidak? Dirimu kembali menemui disetiap sudut barisan mimpi yang secara tiba-tiba datang mengacaukan, melengkapi serpihan kubik yang pernah ku hilangkan dan lagi-lagi, ada PR yang harus aku selesaikan, menata kenangan tentunya, namun tak serapi biasanya,

kau masih ingat dengan ini? hati
iya…
itu tempat tinggalmu dulu, kau (pernah) mencerahkan, memberi suatu makna tersendiri, memainkan peranan penting dalam kehidupan tokoh yang menurutmu penuh misteri (ini), namun sebelum kasusmu usai, kau pergi,

tak perlu ku sembunyikan dibalik kemilau bebatuan mulia, atau malam dengan sederet bintangnya, bulan bahkan menertawakan, hanya mengedip sembari tersenyum perlahan, terkadang orang mengatakan ia turut merasakan, tapi menurutku mereka tidak tau perwujudan asli bentuk emosi dari bulan itu sendiri,

sudahlah… aku ingin tertawa bebas bersama mereka malam ini, jangan salah! Ini hanya salah satu cara untuk menertawai diriku sendiri



posted from Bloggeroid

0 Komentar:

Post a Comment

Apa ada tambahan untuk ocehan kali ini?
Mari kita saling berbagi ^^

Search